REGULASI IMPOR: Penerapan ketentuan API ditunda 3 bulan

Kalangan importir menyambut baik penundaan penerapan Permendag No 59/2012 tentang Ketentuan Angka Pengenal Importir (API) hingga 31 Maret 2013. Direktur Eksekutif Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (Ginsi) Bambang SN mengatakan penundaan akan memberikan waktu yang cukup kepada importir dan prinsipal di luar negeri untuk mengurus bukti hubungan istimewa sebagai syarat mengantongi API menurut beleid itu.

Menurutnya, permintaan pemerintah melalui Surat Edaran Dirjen Perdagangan Luar Negeri No 422/2012 dan No 457/2012 kepada 97 atase perdagangan dan 39 konsulat jenderal RI di luar negeri agar mempermudah pengurusan surat keterangan  hubungan istimewa, tak cukup mampu menyelesaikan masalah. Pasalnya, otoritas di sejumlah negara tetap bersikukuh  memberlakukan ketentuan memperoleh surat keterangan hubungan istimewa sesuai aturan baku di negara setempat. “Itu harus diakui. Kita tidak bisa memaksakan kehendak. Itulah yang menjadi pertimbangan (penundaan),” katanya saat dihubungi Bisnis, Selasa (25/12).

Dalam catatan Ginsi, ada 9 negara yang memiliki prosedur pengurusan bukti hubungan istimewa cukup berbelit, antara lain China, Hong Kong, Thailand dan Malaysia. Di China misalnya, prinsipal harus melalui beberapa institusi, mulai dari Foreign Affairs Office (FAO), lalu China Council for The Promotion of International Trade (CCPIT) sebelum disampaikan kepada atase  perdagangan RI di China. Sementara, Malaysia menerapkan aturan bahwa surat keterangan tersebut harus dilegalisir oleh  Kementerian Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia. Oleh karena itu, Ginsi dan Kadin DKI Jakarta beberapa waktu lalu meminta agar penerapan aturan ditunda untuk memberikan kesempatan kepada pelaku usaha melengkapi persyaratan.

Sumber:

www.kemendag.go.id/en/news/2012/12/26/regulasi-impor-penerapan-ketentuan-api-ditunda-3-bulan

http://www.bisnis.com/articles/regulasi-impor-penerapan-ketentuan-api-ditunda-3-bulan

 

Download Dokumen -> DISINI